Mengetahui 3 Jenis Bisnis Perikanan

0
128

bisnis perikanan

Dari aspek inovasi pengembangan produk dan alat pengolahan misalnya BBP3KP memiliki banyak inovasi yang siap diterapkan ke pelaku usaha. Proses pemasaran produk ikan sendiri dimulai dari perikanan budidaya atau tangkap, yang kemudian disalurkan ke pasar segar ataupun UPI.

Harga ekspor ikan sidat bisa mencapai Rp400. 000—Rp500. 000 per kg, seperti mengutip Antaranews. Usaha/bisnis pengolahan perikanan adalah sebuah aktifitas usaha/bisnis yang fokus untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil laut dengan membuat sebuah produk perikanan. Artinya hasil laut seperti ikan, udang atau lobster tersebut diolah sehingga menjadi sebuah produk yang memiliki nilai yang lebih.

Contoh dari bidang usaha ini meliputi budidaya ikan lele, budidaya ikan nila, budidaya ikan sidat, budidaya ikan patin, budidaya ikan hias, serta masih banyak lagi. Daerah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang banyak mengembangkan budidaya ikan sidat. Masyarakat di daerah tersebut banyak yang tertarik mengembangkan budidaya ikan sidat karena harga jualnya tinggi dan memiliki pangsa ekspor yang masih terbuka lebar.

KKP mendapat dukungan dari Asosiasi Pole & Line dan Handline Indonesia serta International Pole and Line Foundation dalam bentuk kerja sama. Untuk memperkuat daya saing pasar tuna Indonesia di dunia internasional, pemerintah terus mendorong industri perikanan tuna agar mendapatkan sertifikat dari Marine Stewardship Council. Selain meningkatkan daya saing, manfaat dari sertifikat ini termasuk keberlanjutan perikanan, keamanan pasar, harga premium produk tuna, peningkatan reputasi dan peluang positif lainnya. Kepala BBP3KP, KKP, Widya Rusyanto menambahkan bahwa KKP menyediakan sejumlah fasilitas di sektor kelautan dan perikanan.

Nilai ekonomi dari perdagangan produk perikanan tuna Indonesia sangat besar dan menjadi peluang yang dapat terus dimanfaatkan. Namun tetap harus mengedepankan aspek keberlanjutan agar perikanan tuna terus menerus lestari. Tingginya permintaan pasar global menjadi fokus Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melakukan pengelolaan tuna dari hulu ke hilir dan menjaga habitat tuna. “Inovasi digital dalam bisnis perikanan merupakan salah satu solusi dalam mengefisiensikan rantai pasok ikan, yang akan berimbas pada harga ikan yang lebih terjangkau bagi konsumen serta keuntungan yang lebih besar lebih bagi pelaku usaha budidaya” lanjut Slamet.

bisnis perikanan

UPI kemudian memasok untuk produk ekspor, industri katering, pengiriman daring, pasar modern, restoran dan kafe, hingga hotel. Pangan menjadi prioritas semua negara dalam memulihkan kesehatan dan ekonomi masyarakat saat dan pasca pandemi. Negara dengan sumber daya lahan dan lautan luas seperti Indonesia diprediksi mampu bangkit lebih cepat. Komoditas kelautan dan perikanan, baik tangkap maupun budi daya, berpotensi menjadi program quick yield. Hal inilah harusnya perlu mendapat dukungan atau dorongan pemerintah dan stakeholder lainnya. Marilah kita sebagai generasi muda terutama mahasiswa perikanan untuk dapat belajar memulai berwirausaha.

Sebagai pewirausaha baru para mahasiwa diharapkan menjadi seseorang yang percaya diri, mampu memanfaatkan sumber daya menjadi peluang, dan dengan kreativitasnya mampu mengubah sesuatu menjadi lebih bermanfaat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungannya. Pemerintah Indonesia memiliki komitmen dan konsistensi untuk mendukung konservasi dan pengelolaan sumber daya ikan tuna melalui pengembangan manajemen perikanan tuna nasional. Rencana ini telah diluncurkan selama Konferensi Bali Tuna 1 dan selanjutnya ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 107 tahun 2015.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here