Peluang Emas Bisnis Pot Kayu

0
66

bisnis kerajinan kayu

Sementara, pengiriman ke Iran ia lakukan setahun dua kali dengan nilai sekitar Rp 60 juta. “Sulitnya, buyer tidak mau membayar dalam dolar, mereka maunya dalam rupiah, ” ujar Widodo. Memiliki karyawan berpengalamana akan menjamin kwalitas produk yang di hasilkan. Meski terasa berbeda dengan menaiki sepeda pada umumnya, namun sepeda buatan Sarijo inipun sering membuat perhatian tersendiri saat dipakai di jalan umum karena model yang unik dan bahan yang digunakan. Konsumen pun bisa memesan barang sesuai dengan desain yang diinginkan. Kini, Sardi mampu mengantongi omzet lumayan, dan mempekerjakan 12 orang karyawan di bengkelnya yang beralamat di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Anda juga harus memperhitungkan berapa jumlah tenaga kerja dan berapa jam kerja serta biaya yang dikeluarkan untuk menggaji. Karena masalah tenaga kerja berhubungan langsung dengan masalah persiapan, metode produksi serta masalah keuangan. Pengelolaan keuangan yang efektif akan melancarkan perkembangan bisnis yang sedang Anda jalani. Pastikan Anda sudah Menggunakan software akuntansi pembukuan untuk memudahkan pengelolaan keuangan Anda seperti Jurnal. “Saat itu saya sempat nglokro tidak punya modal, akses ke bank juga tidak ada, ” kata Agung, Senin (19/10/2020).

Ratusan warga sejumlah desa di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengungsi akibat banjir di daerah itu setelah air Sungai Cimoyan meluap. Namun, kini kembali meningkat omzet pendapatan setelah diberlakukan era normal baru.

Produknya dijual mulai dari Rp 50. 000 – Rp 300. 000, sedangkan untuk barang berukuran besar Rp 800. 000 ke atas. Paling laku menurutnya adalah barang kecil seperti baki dan kursi kayu.

bisnis kerajinan kayu

Oleh karena itu, bila dihitung-hitung, omzet penjualan yang diterima Andra setiap tahunnya berkisar Rp 12 miliar. Untuk melebarkan sayap penjualannya baik di dalam maupun keluar negeri, Andra kerap menghadiri berbagai pameran.

Selain itu ada semangat hidup karena kalau tidak semangat hidup, saya justru takut tidak bisa bangkit. Tapi yang pasti jangan patah semangat, bahan apapun bisa dibuat untuk ide dan lain sebagainya. Yang pentng ada kreatifitas dan kemauan, ” tulis pemilik Pangjati Rustic Furniture & Crafts, Andra Prasetyo.

“Jadi waktu itu tahun 2000 saat saya memamerkan produk saya ini, mereka bilang ini produk apaan kok dari barang bekas mana laku! Lama kelamaan setelah saya mengkuti dua kali pameran, saya kemudian mendapatkan buyer. Dan sekarang produk saya yang diremehkan justru banyak yang mencontohnya, ” ucapnya. Perjuangan Andra Prasetyo dalam membangun bisnis Pangjati Rustic Furniture & Crafts tidaklah mudah. Andra harus mengalami jatuh bangun sampai diremehkan oleh rekan dan kerabat. Sementara itu di Indonesia, pembeli yang datang juga berasal dari kalangan menengah ke atas. Misalnya pengusaha cafe dan restoran yang ada di Jakarta dan Bali.

Dengan cara ini, Andra bisa bertemu langsung dengan calon pembeli potensial. Calon pembeli awalnya bertanya-tanya terlebih dahulu atau beberapa diantaranya langsung melakukan transaksi pembelian. “Jadi yang saya buat adalah recycle, kalaupun kayu itu dari rantingnya karena ranting tidak akan habis untuk digunakan dan tidak merusak lingkungan juga karena tidak menebang pohon-pohon besarnya, ” tegasnya. Dengan menggunakan kayu dan ranting bekas, Andra menegaskan juga ikut menjaga keberlangsungan lingkungan. Usai dipilih kayu tersebut masuk ke tahapan penggergajian untuk mengupas kulit kayu. Tahapan selanjutnya adalah mendesain dan merakit kayu siap pakai tersebut sesuai dengan kebutuhan. Tweet Share Share Email Comments“Karena kalau saya semakin diremehkan maka semakin maju dan itu acuan buat saya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here